Perbedaan European dan Asian Handicap: Cara Bermain dan Menghitung Odds

handicap

Handicap (HDP) adalah sebuah istilah dalam taruhan sepakbola. Sebenarnya bukan pada olahraga sepakbola saja melainkan pada semua jenis olahraga dimana pasaran taruhan nya dibuka. Entah itu olahraga basket, bulutangkis, pacuan kuda, balap mobil, balap motor, golf, tennis, futsal, cricket , hockey, dsb.

handicap
handicap

Handicap sebenarnya berbicara tentang ketidakseimbangan atau keuntungan (advantages). Ini artinya, satu klub bola yang bertanding dalam sebuah laga dibuat memiliki posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan pihak lainnya. Handicap dalam taruhan sepakbola adalah semacam indicator ketidakseimbangan atau keuntungan yang ada dalam sebuah partai taruhan sepakbola.

Macam-Macam Handicap

Pasaran bola di seluruh dunia secara umum mengenal 2 jenis handicap. Di kedua jenis inilah semuanya bermuara. Taruhan bola awalnya muncul di Eropa lalu berkembang ke benua Amerika, masuk ke Asia mengalir ke Australian dan akhirnya tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Tidak hanya rakyat kecil saja yang bertaruh bola bahkan perjabat dan presiden pun ada juga yang gemar bertaruh secara diam-diam. Dikarenakan wilayah Asia merupakan salah satu wilayah yang jumlah penduduknya besar dan banyak dan memiliki hobi untuk bertaruh seperti sabung ayam, ikan cupang, saham, valuta asing termasuk juga sportbook untuk taruhan sepakbola, otomatis dikenal dengan handicap Asia.

Di handicap ini terdapat masing-masing odds mulai dari Malaysia (Malay), Indonesia (Indo), Hongkong (HK), Amerika (Desimal) dll. Selain handicap Asia ada pula yang jenis handicap yaitu handicap Eropa. Berikut adalah penjelasan dari kedua handicap tersebut.

Handicap Eropa

Handicap Eropa adalah jenis handicap dimana kita hanya bertaruh untuk posisi. Home-Draw-Away. Semua menu taruhan perokannya seperti itu. Jenis-jenisnya yaitu tuan rumah (Kandang), Seri atau Tandang (Tamu) langkah selanjutnya adalah tinggal anda memilih akan memasang yang mana. Masing-masing pilihan sudah ada hitungan odds-nya tersendiri.

Handicap Asia

Handicap Asia sedikit memiliki perbedaan dengan handicap Eropa. Handicap Asia tidak bertaruh pada posisi Home – Draw – Away, melainkan lebih memilih bertaruh untuk posisi Home dan Away. Hal ini membuat istilah seri tidak berlaku meskipun bisa saja hasil pertandingan kita seri.

asian handicap
asian handicap

Pasaran handicap Asia selalu dibuka dengan sejumlah plus minus. Lalu bagaimana jika seri terjadi? Sekalipun hasil akhir skor adalah sero, tetap saja kita bisa menang atau kalah. Bisa menang setangah, kalah setengah dsb. Sebab handicap Asia memiliki pilihan +/- (positif / negatif) dan ini ada hubungannya dengan voor atau leg.

Cara Menghitung Odds

Odds sendiri sebenarnya hampir sama sekali tidak memiliki kegunaan atau manfaat khusus bagi pemain. Mengapa demikian? Fungsi atau kegunaan Odds bagi pemain sejatinya hanya sekadar untuk mengetahui nilai uang dari salah satu tim yang bakal kita pasang saat taruhan.


Simplenya silahkan lihat gambar yang kami tampilkan di atas. Ada satu kotak yang telah kami tandai dengan garis berwarna merah dalam laga antara Lazio kontra Juventus.

Dalam laga ini, Juventus memberi voor 0,05 kepada Lazio, artinya Lazio sudah mencetak 0,05 atau 1/4 gol sebelum laga dimulai. Odds bagi yang memilih Lazio adalah (1,06) ditandai dengan warna hitam, sedangkan bagi yang memilih Juventus Odds-nya adalah (-1,13) dengan warna merah.

Artinya, jika kita bertaruh untuk Lazio dan menang, maka kita akan mendapatkan kemenangan lebih banyak dari taruhan awal kita. Contoh, hasil akhir pertandingan adalah 2-0 untuk Lazio dengan jumlah taruhan Rp100 ribu, maka perhitungannya adalah 100.000 x 1,06.

Jadi total kemenangan yang kita dapat adalah Rp106 ribu, tapi apabila Lazio kalah, maka kita hanya akan kehilangan uang taruhan awal kita saja, yakni Rp100 ribu.

Sebaliknya, jika kita bertaruh untuk Juventus yang Odds-nya ditandai dengan warna merah dan beruntung menang, maka kemenangan yang kita dapat hanya sebesar uang yang kita pertaruhkan, tapi apabila kalah, maka kita akan dikenakan biaya tambahan dari nilai Odds.

Contoh, kita memasang Rp100 ribu untuk Juventus, dan laga berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Juventus, maka nilai kemenangan yang akan kita dapat adalah Rp100 ribu. Sebaliknya, jika kita kalah, maka perhitungannya adalah Rp100 ribu x -1,13. Jadi kita harus membayar Rp113 ribu rupiah.

Kesimpulannya, Odds hanyalah sebatas indikator atau alat ukur untuk mengetahui tim mana yang lebih diunggulkan atau tidak. Odds sendiri selalu bergerak naik dan turun. Saran kami pandai-pandailah menahan diri dengan memperhatikan pergerakan Odds ketika bertaruh.

 

Spread the love